Jakarta, Kompas - Bahasa Indonesia semakin diminati warga asing di luar negeri dan telah diajarkan setidaknya di 73 negara. Tenaga pendidik bahasa Indonesia untuk luar negeri juga semakin dibutuhkan.
Kunjungan dalam rangka penjajakan kerjasama antara IKIP Budi Utomo Malang-Indonesia dengan Fundacao Cristal, Intituticao Educativa Do Cristal Dili-Tomir Leste, dapat terlaksana dengan baik. Kegiatan ini mendapat respon yang luar biasa, baik dari pengelola, dosen maupun mahasiswa di Dili-Timor Leste.
Berdasarkan data 16 tahun terakhir, sampai Tahun Ajaran 2006-2007, alumni SIM tercatat 41 orang. Jumlah siswa yang terdaftar saat ini ada 35 siswa dengan rincian: 5 siswa SMA, 11 siswa SMP, 15 siswa SD, dan 4 siswa TK. Sesuai data yang kami perolah, saat ini ada 11 orang guru (termasuk Kepala Sekolah) yang aktif mengajar di SIM. Dari jumlah ini terdapat 4 PNS dan sisanya Non PNS
Kunjungan kerjasama Universitas Sanata Dharma ke Universitas Nanzan sebenarnya sudah diahului dengan pembicaraan dengan salah seorang dosen Jurusan Studi Asia, Universitas Nanzan, yang dilakukan sekitar setahun yang lalu. Ketika itu beliau berkunjung ke Universitas Sanata Dharma dan menyatakan keinginannya untuk membuat program immersion bagi para mahasiswa Nanzan yng ingin belajar bahasa dan budaya Indonesia sekaligus mengalami hidup di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Program immersion merupakan program pilihan (tidak wajib) bagi mahasiswa Studi Asia Univesitas Nanzan. Selama ini yang menjadi tempat tujuannya adalah Cina dan Indonesia. Statistik menunjukkan lebih banyak mahasiswa memilih pergi ke Cina. Dari sedikit mahasiswa yang pergi ke Indonesia mereka melakukannya atas inisiatif pribadi tanpa ada keterlibatan institusi Nanzan dengan salah satu universitas di Indonesia.
Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung yang merupakan perguruan tinggi seni di bawah naungan Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia, telah merintis kerjasama dengan sesama perguruan tinggi seni di Malaysia, yakni Akademi Seni Budaya dan Warisan Kebangsaan Malaysia (ASWARA) yang berada di bawah naungan Kementerian Kebudayaan, Kesenian & Warisan Malaysia. Namun, hingga saat ini perintisan kerjasama kedua perguruan tinggi belum diwujudkan dalam bentuk penanda-tanganan MoU, sehingga rintisan kerjasama yang pernah dilaksanakan masih mentah. Oleh karena itu, melalui program Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri, kembali dicoba untuk melanjutkan rintisan kerjasama dengan harapan dapat secepatnya diwujudkan dalam bentuk MoU.
Kunjungan dalam rangka kerjasama Universitas Sebelas Maret Solo dengan Guangdong University of Foreign Studies, Guangzhou, China dapat dilaksanakan dengan baik. Kegiatan ini mendapat respon positif dari para mahasiswa dan dosen China.
Fakultas Sastra - Universitas Pakuan Bogor menerima mahasiswa dari Program Darmasiswa R.I. Depdiknas sejak tahun akademik 2006-2007. Angkatan pertama yang belajar di Fakultas Sastra Universitas Pakuan tersebut meliputi sembilan mahasiswa yang berasal dari Cina, Korea, Rusia, Brasil, Hongaria, dan Rumania.
Departemen Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Airlangga merupakan salah satu universitas yang dipercaya oleh Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN), Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia untuk menjalin kerjasama internasional pada bidang akademik dengan perguruan tinggi asing di kawasan Asia.
Departemen Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Airlangga merupakan salah satu universitas yang dipercaya oleh Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN), Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia untuk menjalin kerjasama internasional pada bidang akademik dengan perguruan tinggi asing di kawasan Asia. Dalam rangka menindaklanjuti program kerjasama internasional tersebut, Departemen Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Airlangga telah merintis kerjasama dengan School of Regional Studies and International Relations, Azerbaijan University of Languages, Republik Azerbaijan yang merupakan salah satu universitas ternama di kawasan Asia Barat. Program kerjasama akademik itu dimaksudkan sebagai upaya yang saling menguntungkan kedua belah pihak, terutama pada ranah pendidikan dan penelitian.
YOGYA (KR) - Di tengah kerisauan masyarakat pendidikan tentang Rancangan Undang-undang Badan Hukum Pendidikan yang dikhawatirkan akan membuka peluang institusi pendidikan dari luar negeri masuk ke Indonesia, Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) mempergencar peluang studi mahasiswa asing melalui program Darmasiswa Republik Indonesia (Darmasiswa RI). Program ini sekaligus menginternasionalkan budaya, seni dan bahasa Indonesia ke negara lain. Untuk itu Depdiknas terus membuka kesempatan bagi universitas yang berminat menjadi provider program tersebut.